Ku buka lagi lembar demi lembarnya utk menghadirkan ada-mu. Dan aku kembali seperti melihat sosokmu ada disana, berdialog bersama para pemain yang entah siapa mereka.
Untuk kali pertama aku merindukan satu hal yg tak pernah aku jumpa, tp wahananya menatapku nyata
Jangan tanya kenapa!
Yang jelas aku sudah jatuh di sisa-sisa diammu, ketika hembusan aksaramu menyapa keangkuhanku,
andai kau tau, maluku berceceran kala itu
Gaduh! Tak menentu!
Tapi aku yakin kau tau.
Meski tidak di setiap jengkal langkahku
Yak!!!
Lonceng nya sudah berbunyi
Dan waktuku usai
Tirai pun kembali tertutup
Teriring langkah yg gontai
Tik.. tak.. tik.. tak..
Detik-detiknya masih terasa, tp sudah saatnya pulang
Kau berkemas bersama sekotak tanda tanya, kita tidak berbeda nona!
aku adalah senja yang enggan meninggalkan petang karna sudah terkurung nyaman dalam orange langitnya.
Selasa, 26 November 2013
Kamis, 07 November 2013
Minggu, 03 November 2013
dua dua
Dahinya mengkerut, alisnya yang tebal hampir saja menyatu, lalu ia katakan lagi.
Sebuah
kisah sebuah perjalanan, menapaki waktu demi waktu, melompati rintangan demi
rintangan, tidak ada yang lebih spesial melebihi senyuman di kala ujian
menghadang, berucap syukur atas sgala yang Alloh tuliskan. Sulit memang, tapi
akan selalu bisa jika ada kemauan.
Dan
lagi lagi kita harus melewati satu per satu langkah sang waktu, yang kadang memang tak senyaman yang lisan
ucapkan, tak setenang yang akal fikirkan, apalagi yang hati pertimbangkan, tapi
ada seorang wanita yang berkata “Hati bukan hanya sesuatu
yang harus di jaga, namun ia sesuatu yang membutuhkan pasokan dzikir untuk
menguatkannya ,agar tetap terjaga dengan baik. Jika
ada yg mengalami kegalauan, dzikir adalah obat penenangnya.”
“Memang.. Kita bukan seorang sufi yang ketika
dzikir lantas hilang segala asa.
Tapi yakkinlah hati ini masih dalam kuasaNYA, dan Ia yg maha kuasa untuk membolak balikan hati manusia.”
Tapi yakkinlah hati ini masih dalam kuasaNYA, dan Ia yg maha kuasa untuk membolak balikan hati manusia.”
Oh.. rupanya hati wanita ini sedang di rundung
pilu menunggu waktu yang katanya hanya dua tahun berlalu. Kemudian menenangkan
diri. Ah.. warna pink kesukaanya seolah berubah menjadi abu-abu, samar di
antara hitam dan putih, kesabarannya di uji, komitmennya di pertaruhkan lagi.
Kataku dalam hati.
Selamat datang 22 !!
Untuk segala pertambahan usia yang DIA pinjamkan
padamu, untuk semesta yang sangat mendukung segala keputusanmu
menentukan pilihan dalam bimbang, untuk semua yang menyayangi dan engkau
do’akan slama berjalan, lalu untuk ‘dia’ yang sedang dalam perjalanan menuju
hatimu smoga Alloh berikan kemudahan. Dan untuk keseluruhan hidupmu smoga payung
berkah slalu meneduhkanmu. aamiin
Jakarta, 05 sepuluh 13
teruntuk Laila Abdullah
Jakarta, 05 sepuluh 13
teruntuk Laila Abdullah
Rabu, 25 September 2013
renyah tawa
Gaduh!
Tawa renyah kita saling bersautan memecah keramaian
Sesiapapun tak ada yang bisa mengalau tawa kita saat bersama
Ketika duduk, berdiri, berjalan bahkan saat berbaring pun
slalu ada saja hal yang kita tertawakan
Entah sebab mereka, atau sgala hal gila yang ada pada
masing-masing kita
Sehabis menangispun kita kembali larut dalam tawa, tertawa
meledek, tertawa menghina, tertawa yang mengada-ngada, apapun..
Apapun yang membuat duka sirna
Kegalauan ..
Kehilangan..
Kehampaan..
Karna ketika kita bersama harusnya kita lupa bagaimana
wujudnya air mata, cukup saja yang kita ingat hanya tentang rasanya yang
seperti air laut, agak asin :)
Sabtu, 01 Juni 2013
cintai cara-NYA menegur
ada yang bilang, ikhlas itu gag semudah teori.
ada juga yang bilang, ikhlas itu tergantung bagaimana cara kita menyikapi.
bagi saya pendapat keduanya tidak ada yang salah, karna secara naluri setiap manusia pasti menginginkan sgala sesuatunya terpenuhi, namun gag bisa dipungkiri bahwa apapun yang terjadi pasti karna kuasa illahi, dan itu yang sudah selayaknya kita jalani.
toh mau menangis bombai pun, kalo Alloh sudah berkehendak manusia bisa apa.
ada masanya kita tertawa
ada masanya pula kita menangis
ada kalanya kita tersenyum
ada kalanya pula kita merenung
mungkin keduanya saling bersebrangan namun slalu beriringan, tanpa ada satupun yang saling mendahulukan.
Alloh berkuasa atas segala sesuatu yang DIA cipta.
ketika tawa dan air mata tak di lengkapi sebuah kesadaran, terkadang Alloh menghadirkan rasa tawar agar kita diam sebentar, rasa pedas agar kita tak lagi culas atau rasa pahit agar kita segera bangkit dan rasa manis agar kita berhenti menangis.
semua itu terangkum dalam bentuk ujian atau teguran.
sebenarnya memang bukan hal yang mudah membedakan antara ujian dan teguran, tapi untuk sebuah pembelajaran cobalah pilih teguran ketika musibah tak lagi mampu kita kendalikan.
sebab, ujian adalah bentuk kasih sayang-NYA dalam melatih kesabaran
dan teguran pun adalah bentuk kasih sayang-NYA agar kita mampu mengambil sebuah pelajaran
secara utuh sudah seharusnya kita bersyukur jika Alloh masih mau menegur, itu tandanya kau belum waktunya gugur untuk terus bertempur :)
sedikit mengutip judul buku tere liye "daun yang jatuh tak pernah membenci angin"
Jakarta, juni hari pertama
ada juga yang bilang, ikhlas itu tergantung bagaimana cara kita menyikapi.
bagi saya pendapat keduanya tidak ada yang salah, karna secara naluri setiap manusia pasti menginginkan sgala sesuatunya terpenuhi, namun gag bisa dipungkiri bahwa apapun yang terjadi pasti karna kuasa illahi, dan itu yang sudah selayaknya kita jalani.
toh mau menangis bombai pun, kalo Alloh sudah berkehendak manusia bisa apa.
ada masanya kita tertawa
ada masanya pula kita menangis
ada kalanya kita tersenyum
ada kalanya pula kita merenung
mungkin keduanya saling bersebrangan namun slalu beriringan, tanpa ada satupun yang saling mendahulukan.
Alloh berkuasa atas segala sesuatu yang DIA cipta.
ketika tawa dan air mata tak di lengkapi sebuah kesadaran, terkadang Alloh menghadirkan rasa tawar agar kita diam sebentar, rasa pedas agar kita tak lagi culas atau rasa pahit agar kita segera bangkit dan rasa manis agar kita berhenti menangis.
semua itu terangkum dalam bentuk ujian atau teguran.
sebenarnya memang bukan hal yang mudah membedakan antara ujian dan teguran, tapi untuk sebuah pembelajaran cobalah pilih teguran ketika musibah tak lagi mampu kita kendalikan.
sebab, ujian adalah bentuk kasih sayang-NYA dalam melatih kesabaran
dan teguran pun adalah bentuk kasih sayang-NYA agar kita mampu mengambil sebuah pelajaran
secara utuh sudah seharusnya kita bersyukur jika Alloh masih mau menegur, itu tandanya kau belum waktunya gugur untuk terus bertempur :)
sedikit mengutip judul buku tere liye "daun yang jatuh tak pernah membenci angin"
Jakarta, juni hari pertama
Selasa, 21 Mei 2013
dalam ketangguhan, akan selalu ada kerapuhan
Ketidakpedulian saya akan banyak hal membuat mereka
berfikir, saya adalah orang yang kuat yang tak pernah marah yang lebih
senang bercanda saat bersama.
Tak ada beban yang menggelantung di pundak saya, begitu fikiran singkat mereka tentang saya. Dan sungguh itu kerap menjadi beban
Ketika mereka taunya saya adalah orang yang
tegar, sehingga sering kali membuat saya takut untuk bercerita banyak
hal pada mereka , takut mereka tak mau dengar, takut mereka menganggap
saya begitu lemah.
saya benci harus mendapat belas kasian, saya tak suka ada yang menganggap saya rapuh karna saya mengeluh
tapi saya juga gag mau mereka berfikir saya begitu tangguh
dan lucunya orang-orang seperti saya ini tidak
hanya satu atau dua orang yang singgah dibumi ini, tp banyak. Ribuan
bahkan mungkin jutaan.
Dari kesekian banyak orang-orang seperti ini mungkin membuat kalian yang secara kasat mata, pasti berfikir bahwa kau yang paling merana dan mereka slalu bahagia.
Ku beritahu jika memang kau berfikir
demikian. Itu adalah sebuah K E S A L A H A N karna sudut pandang kalian
yang sempit,hingga mengambil kesimpulan tanpa sebuah penelitian.
Bahwasanya mereka sama, memikul beban yang sama seperti kalian bahkan mungkin lebih.
Hanya saja mereka mau meredam itu sendiri dalam
ruang imajinasi, ada yang mengadu pada illahi Rabbi, atau mengalihkannya
ke hobi.
sekali lagi bukan karna mereka tangguh tapi karna mereka mau.
Dan bila kau bertemu orang yang seperti ini,
ubahlah cara pandang kalian tentang keadaan mereka dan satu lagi, jangan
banyak mengeluh. Berceritalah jika memang benar-benar tak mampu dan kau
dihadapkan pada jalan buntu atau turutlah menikmati hidup seperti mereka
karna hakekatnya hidup itu hanya sebentar saja, ada kehidupan lain yang
lebih berkualitas menanti kita disana.
Rabu, 01 Mei 2013
merindukan tegaknya khilafah islamiyah
terjebak dalam keresahan yang lagi-lagi hanya bisa saya
pasrahkan, seorang sperti saya bisa apa, uang pas-pasan, jabatan tak ada ada,
apalagi kekuasaan. apa yg bisa saya lakukan kecuali hanya mengadu pada Tuhan
pemilik alam.
Ibu kota begitu pandai memutar balikan fakta, seolah tak ada
apa-apa, seolah smua baik-baik saja, padahal isinya hanya kebobrokan yg
terbungkus hura-hura semata. Moral anak bangsa dipertaruhkan dalam panggung
sandiwara yang kian menjengkelkan.
Siapa yang harus di salahkan!
Masyarakatnya ?
Pemimpinya ?
Atau aturannya ?
Yang salah masyarakatnya yg hanya bisa berteriak musiman,
berlagak kritis cuma kalo dapet duit saweran, semangatnya berkobar karna sebuah
hasutan kemudian padam.
Mungkin tidak semua, tp hampir rata-rata melakukan hal
demikian.
Menutup mata dan telinga dari skandal-skandal yang ada, atas
nama kekuasaan yg tak tergenggam kemudian suara pun terbungkam. Saya sadar saya
menjadi salah satu warga Negara yg kerap kali berpura-pura tuli atas masalah yg
mengancam negri ini, merasa lelah stiap kali harus menyaksikan berita kriminal
yg berwara-wiri hampir stiap hari.
Yang salah pemimpinya, kenapa tak layangkan aturan sesuai dg
aturan Tuhan, padahal mengaku sebagai Negara yg mayoritasnya muslim, tapi malah
sibuk sendiri dg tumpukan kekayaan dari hasil jerih payah buruh tani. Tak tau
malu mengeruk harta orang tak mampu, menghalalkan riba, menumpuk hutang tak
kira-kira tapi rakyat tetap saja banyak yg nelangsa.
Wahai jajaran pemimpin, buta kah mata kalian dengan keadaan
muda mudi bangsa yg teracuni adat barat, terkapar di jajah budaya luar,
terkepung dalam perkembangan zaman ?
Ya Rabb.. kami semakin merindukan tegaknya khilafah di
tengah morat maritnya pemerintahan yang semakin menggila.
Muda mudinya bangga dg adat barat yg cenderung hanya
mempertontokan fisik semata.
Okelah jangan terlalu
memakai barometer agama, dg latar belakng kita sebagai orang timur saja suda
cukup menjelaskan perbedaan antar kita dan mereka.
Mungkin itu budaya mereka, tp maaf itu bukan budaya kita!
Bukankah itu hanya membuat kita akhirnya memusyawarahkan apa
yg Alloh haramkan, naudzubillah.
Kenistaan terjadi dimana-mana, kekerasan tak pandang
keluarga bahkan memilah-milah apa yg hukum Alloh tetapkan.
bayangkan jika negri kita benar2 memakai aturan2 yg tertera
dalam qur’an.
siapa lg yang berani mencuri jika hukumanya potong
jari ??
siapa lg yg yang berani berzinah jika hukumannya di rajam??
Sesungguhnya kita ini hanya sok tau, dengan membuat aturan
sendiri kemudian mengesampingkan aturan Tuhan Yang Maha Tahu.
Senin, 11 Maret 2013
berimajinasi lebih asik ketimbang mencaci
Membalas hinaan..
Ah apa untungnya bagi
kita. Toh membalas perlakuan mereka tidak akan membuatmu terlihat hebat
bukan?? justru menurutku itu seprti meng-iya-kan apa yang mereka ucap,
dan menjadikanmu tidak terlihat beda dengan mereka.
Sudahlah.. mungkin mereka belum atau tidak akan pernah mengerti bagaimana kita jatuh bangun memperbaiki semua ini.
Ayolah kawan berfikirlah realistis,
bukan begitu cara menghadapi mereka yang childish, bahkan rengekan kita
pun tidak akan membuat mereka jera, bila memang takdir menginginkan
mereka menjadi bagian dari ujian kita.
Biarkan saja mereka berlalu lalang
tanpa portal, toh Tuhan tidak buta, seperti yang slalu DIA janjikan,
bahwasanya DIA ada, bersama siapapun yang tabah.
Lebih baik kita
bermain imajinasi, menuliskan mimpi-mimpi, menceritakan waktu yang
datang dan pergi atau ingin berkhayalan hingga tingkat tertinggi juga
boleh..
A P A P U N
Kita akan akan bercerita bermain
imajinasi asal bicara, mengolah mimpi dalam kotak pandora, memeluk senja
melumat jingga, bermain tebak kata menerka suara, menikmati gula-gula
sampai tergila-gila. Pokoknya apa saja yang bisa kau bawa, lalu letakan
di tengah-tengah kita.
insayaAlloh telingaku masih cukup produktif untuk menampung smuanya, bila perlu sampai pagi buta :)
hinggah tangismu tak lagi pecah.
Hingga mulutmu sunyi dan habis cerita.
Hingga matamu terpejam dan air matamu enyah tak tersisa
Dan ku pastikan, hingga nanti kau terbangun aku akan tetap berada disitu, disampingmu.Jumat, 08 Maret 2013
kau bilang cinta padahal buta
Terlalu
sering patah hati, mungkin akan membuatmu mulai bertanya-tanya.
Kenapa
harus ‘jatuh’ bila cinta ??
Mencintai
apa? |ya apa saja..
Cinta
uangnya
Cinta
manusianya
Cinta
profesinya
Cinta
bendanya
Dan
apapun itu yang terbungkus rapi dalam dunia yang fana, lalu kita sematkan kata
cinta di dalamnya, untuk apa? Untuk memantapkan rasa yang membabibuta,
menempatkan ia di atas segalanya, sampai akhirnya derita yang akan menyadarkan
kita lalu protes dan tersedu-sedu di hadapan-Nya. Kemudian mulai mencari-cari
arti dari cinta yang sebenarnya.
Persis!!
Dulu pun mereka berfikir demikian bahkan lebih gila dari cara berfikiran
kalian, tapi ya sudah apa mau di kata, seperti yang pernah ku bilang waktu itu
terlalu angkuh untuk kau rayu. Jadi tak perlu mengemis-ngemis waktu yang telah
beranjak meninggalkanmu.
Menangisi
keadaan boleh, asal jangan berlebihan, menangisi dosa silahkan kalau perlu
sampai air matamu kering kerontang. Dan berfikirlah seribu kali untuk kembali
mengulang hal bodoh yang pernah kau ukir di masalalu dengan segala legitimasi
konyolmu.
Kau sebut
itu cinta, lalu karna cinta perlahan kau mengabaikan-Nya..
Kau
bilang itu rasa, tapi membuatmu buta..
Kau
bilang wajar karna kau manusia, heii manusia itu harusnya paham dengan
norma-norma yang ada.
Enta kau
yang gila atau aku yang tak tau apa apa
Dan kau
tau dunia hanya sementara tp kenapa harus membuatmu susah payah, sementara
akhirat yang kekal kau abaikan begitu saja.
Langganan:
Komentar (Atom)

