perkenalkan namaku air, aku ini adalah senyawa penting yang
tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, substansi yang mempunyai
keistimewaan sebagai penghantar panas yang sangat baik, sebagian besar
diriku terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub
dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan,
hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es serta masih
banyak lagi definisi-definis lain yang menceritakan tentang keadaan
diriku, dan pastinya aku ini merupakan zat yang paling esensial yang
dibutuhkan makhluk hidup dimuka bumi ini.
Jelas… mereka tentu tau, aku berada di dalam obyek-obyek yang
bergerak mengikuti suatu siklus air, seperti penguapan, hujan, dan
aliran air di atas permukaan tanah. Bukankah pergerakanku itu mudah, aku
hanya berjalan menelusuri tiap-tiap bagian yang telah di tetapkan lalu
kalian hanya perlu membiarkan aku beristirahat dan berjalan mengalir
bersama derasnya curah yang mendorongku kesana, ya kesana ke tempatku
bermuara, ke laut tanpa hambatan, ke lahan hijau sebagai resapan.
Sederhananya, jangan halangi aku jika kau tak ingin bertemu masalah,
karna aku ini hanya air yang mengalir, keadaanku tergantung bagaimana
caramu memperlakukanku. Aku bisa menjadi sumber kehidupan, tapi tidak
menutup kemungkinan bisa menjadi sebuah perkara yang memusingkan, bahkan
sekarang kehadiranku kerap kali menjadi perbincangan, mulai dari rakyat
jelata sampe presidennya. karna sekumpulan aku berkumpul dan kalian
beri nama BANJIR ! pahamilah julukan yang kalian sematkan pada
sekumpulan kami lantaran kalian yang merusak perjalanan kami.
Bahkan ada beberapa diantara kalian yang dengan entengnya menyalahkan
curha hujan kami, padahal kami diturunkan sebagai rahmat. Atau mungkin
mereka tidak menyadari, karna memang rahmat itu di turunkan hanya untuk
yang taat. ada yang mengaku rakyat biasa tanpa merasa bersalah membuang
sampah seenaknya, ada yang berkantong tebal merasa pantas membangun
gedung semaunya. kalian fikir kalian siapa ??? jika memang demikian
maunya, jangan salahkan aku yang akhirnya menggenangkan diriku dengan
tidak pantasnya.
Iseng –iseng berimajinasi menjadi air :) hehe